Lebih Untung Mana Investasi Berbentuk Properti atau Deposito
Investasi adalah salah satu cara untuk mengalokasikan dana dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa depan atau sebagai perlindungan nilai riil dari kekayaan yang dimiliki saat ini. Dari sisi keamanan dan profil risiko, terdapat dua opsi instrumen yang sering dipertimbangkan untuk melakukan investasi, yakni investasi properti dan deposito. Kedua instrumen tersebut menarik untuk dibahas, mengingat keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, termasuk imbal hasil, durasi, risiko, dan kekurangan. Dalam artikel ini, kita akan membandingkan kedua jenis investasi tersebut.
Secara Imbal Hasil
Investasi properti memiliki potensi imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan deposito apabila dilaksanakan dalam waktu yang cukup dengan tipe lokasi yang berkembang. Properti cenderung mengalami kenaikan nilai seiring berjalannya waktu, dan pendapatan dari sewa properti juga dapat menjadi sumber penghasilan pasif yang stabil. Di sisi lain, deposito memberikan imbal hasil yang lebih rendah tetapi lebih aman dan stabil. Untuk keuntungan jangka pendek, menyewakan properti menjadi opsi yang cukup menarik untuk mendapatkan pengembalian dari investasi yang ada tanamkan, sehingga akan ada dua penghasilan dari properti, pendapatan sewa dan kenaikan nilai, sedangkan deposito berdasarkan pembayaran kupon/bunga yang Sobat dapatkan.
Secara Durasi/Waktu
Investasi properti biasanya memiliki jangka waktu yang lebih panjang daripada deposito. Properti umumnya dipegang dalam jangka waktu yang cukup lama untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Deposito, di sisi lain, memiliki durasi yang lebih singkat dan biasanya dapat dicairkan dengan mudah. Pelepasan investasi juga membutuhkan waktu dan proses yang lebih lama dibandingkan dengan deposito. Pencairan deposito hanya membutuhkan konfirnasi kepada pihak Bank dan dapat dilakukan melalui aplikasi, web ataupun panggilan, sedangkan untuk pelepasan properti membutuhkan kehadiran dari Pejabat Pembuat Akta Tanah/Notaris untuk pengesahan perpindahan hak tersebut untuk selanjutnya menjadi dasar perubahan Akta Kepemilikan.
Faktor Risiko Melekat
Investasi properti memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan deposito. Nilai properti dapat berfluktuasi tergantung pada kondisi pasar, permintaan, dan faktor-faktor lainnya. Selain itu, pemeliharaan properti, kerusakan, atau kesulitan mendapatkan penyewa juga dapat menjadi risiko yang harus diperhatikan. Risiko ini sebanding dengan tingkat pengembalian yang ditawarkan oleh instrumen investasi ini (high risk - hisg return). Deposito, pada sisi lain, dianggap sebagai investasi yang relatif aman karena memiliki jaminan dari bank, dapat dicairkan sewaktu-waktu dan kupon/bunga serta jangka waktu investasi sudah ditentukan terlebih dahulu di awal.
Faktor Likuiditas
Deposito memiliki keunggulan dalam hal likuiditas. Investasi properti membutuhkan waktu dan usaha untuk dijual atau dicairkan, sementara deposito dapat dicairkan dengan cepat tanpa kehilangan nilai pokok.
Keunggulan Diversifikasi
Investasi properti dapat memberikan keuntungan diversifikasi yang signifikan dalam portofolio investasi Anda. Dengan memiliki properti, Anda dapat mendistribusikan risiko investasi Anda ke berbagai aset. Deposito, meskipun stabil, tidak menawarkan keragaman yang sama.
Kebutuhan Modal Awal
Investasi properti membutuhkan modal awal yang lebih besar dibandingkan dengan deposito. Anda perlu membayar harga properti dan biaya terkait lainnya seperti pajak, biaya perawatan, dan biaya hukum. Deposito, di sisi lain, memungkinkan Anda untuk memulai dengan jumlah yang lebih kecil.
Peran Keahlian dan Keterlibatan
Investasi properti membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang lebih mendalam dalam hal manajemen properti, hukum properti, dan pemeliharaan. Jika Anda tidak memiliki pengalaman atau waktu untuk mengurus properti, mungkin perlu mempekerjakan profesional. Deposito, di sisi lain, tidak memerlukan pengetahuan khusus atau keterlibatan aktif.
Pengaruh Inflasi
Properti cenderung memberikan perlindungan terhadap inflasi karena nilai properti dapat meningkat seiring waktu. Di sisi lain, deposito mungkin tidak dapat melawan inflasi jika suku bunga yang diberikan tidak mencukupi untuk mengimbangi kenaikan harga.
Aksesibilitas
Deposit sangat mudah diakses dan dapat dilakukan melalui bank atau lembaga keuangan dengan mudah. Investasi properti, di sisi lain, memerlukan penelitian, proses pembelian yang rumit, dan mungkin menghadapi kendala hukum atau administrasi.
Kesimpulannya, investasi properti dan deposito memiliki karakteristik yang berbeda. Investasi properti menawarkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi, diversifikasi, dan perlindungan terhadap inflasi, tetapi juga memiliki risiko, kebutuhan modal awal yang besar, dan keterlibatan yang lebih tinggi. Deposito, di sisi lain, menawarkan keamanan, likuiditas serta aksesibilitas yang lebih baik, tetapi dengan imbal hasil yang lebih rendah dan kurangnya potensi pertumbuhan. Pilihan investasi tergantung pada tujuan keuangan, toleransi risiko, dan preferensi dari Sobat AESIA.
Apabila Sobat AESIA belum memiliki modal yang cukup untuk berinvestasi pada bidang properti, tidak ada salahnya sobat mencoba deposito terlebih dahulu. Untuk kebutuhan solusi properti, Sobat dapat memenuhinya melalui AESIA. Yuk penuhi kebutuhan properti Sobat melalyi AESIA.