Gedung Bersejarah Indonesia yang Bisa Disewa
Sewa gedung bersejarah untuk kebutuhan bisnis dan kegiatan lain kini tengah diminati oleh berbagai kalangan masyarakat. Walau identik dengan nilai budaya yang kuat, banyak gedung bersejarah saat ini dibuka untuk umum untuk mendukung perekonomian. Di Indonesia, berikut adalah deretan gedung bersejarah yang bisa disewa bahkan untuk aktivitas modern.
Ragam Pilihan Daftar Lokasi Sewa Gedung Bersejarah di Indonesia
1. Lawang Sewu di Semarang
Gedung “seribu pintu” yang terletak di Semarang, Jawa Tengah ini bukan sekadar bangunan bersejarah yang terbuka bagi wisatawan. Bangunan yang sebenarnya tidak sampai seribu pintu ini dulunya merupakan kantor pusat perusahaan kereta api Belanda (NIS). Walau bisa disewa untuk berbagai kepentingan acara, tetap ada pembatasan dan perizinan ketat.
Gedung berarsitektur megah ini memiliki visual klasik yang membuat banyak orang terpesona dan merasa tertarik untuk memanfaatkannya. Terlepas dari statusnya yang merupakan cagar budaya dan memiliki nilai sejarah kuat, lokasi ini sesuai untuk konsep foto dramatis. Ini menjadi alasan mengapa saat ini Lawang Sewu banyak diminati dan lebih sering disewa.
2. Cikini 82 di Jakarta
Bagi para penyewa yang ingin sewa gedung bersejarah di Jakarta, maka gedung Cikini 82 merupakan salah satu dari daftar rekomendasi. Rumah besar bergaya kolonial ini dulunya menjadi area penting bagi Soekarno dan kawan-kawan di masa awal kemerdekaan. Meski umumnya rumah bersejarah dijadikan museum, Cikini 82 kini lebih sering disewakan.
Berbagai acara modern dapat diselenggarakan di bangunan yang sempat menjadi kediaman Achmad Soebardjo. Interior yang terkesan vintage bukan polesan kekinian, melainkan gaya dan dekorasi asli sejak dulu. Untuk berbagai acara penting tanpa terlalu formal, maka bangunan ini sangat tepat mengusung konsep heritage yang klasik dan lebih berkelas.
3. Gedung Joang 45 di Semarang, Solo, Temanggung, dan Surabaya
Gedung Joang 45 yang juga merupakan bangunan bersejarah sejak masa kemerdekaan Indonesia kini juga terbuka untuk disewakan. Selain pernah dijadikan tempat berkumpul tokoh nasional pada zaman dulu, gedung ini pun sempat menjadi sebuah penginapan. Bangunan tua yang sarat akan kisah perjuangan masa lalu saat ini memang dikenal sebagai museum.
Tren sewa gedung bersejarah untuk event melibatkan pula Gedung Joang 45, baik untuk acara berkaitan dengan nasionalisme maupun edukatif. Walau merupakan bangunan bersejarah, fasilitas di gedung ini termasuk lengkap untuk berbagai kepentingan acara. Penyewa dapat menghubungi pihak pengelola setempat lebih dulu untuk mengatur jadwal.
4. Museum Bank Indonesia di Jakarta
Selain Cikini 82, Jakarta memiliki gedung bersejarah lainnya yang saat ini sering disewakan untuk banyak jenis acara. Berada di kawasan Kota Tua, dulunya bangunan ini dikenal sebagai kantor De Javasche Bank atau bank sentral masa kolonial Belanda. Bangunan yang terbuka untuk kegiatan wisata ini kini bisa juga digunakan untuk mengadakan seminar.
Tampilan properti heritage Museum Bank Indonesia sungguh megah dengan detail klasik Eropa sehingga cocok untuk kebutuhan acara formal dan profesional. Tidak hanya seminar, event edukatif dan konferensi dapat memanfaatkan bangunan yang sudah direstorasi menjadi lebih modern ini. Jadi selain lokasi strategis, fasilitas lengkap apapun acaranya.
5. Gedung Wahid Hasyim di Jakarta
Para penyewa yang ingin sewa gedung bersejarah untuk acara budaya maupun aktivitas modern, Gedung Wahid Hasyim kini terbuka untuk disewakan. Terletak di Jalan Wahid Hasyim di Jakarta Pusat, kawasan ini sendiri dulunya memiliki nilai sejarah tinggi. Tokohnya yang bernama Wahid Hasyim sangat berperan dalam bidang pendidikan maupun keagamaan.
Pembangunan banyak gedung di kawasan ini memang terjadi kira-kira usai Indonesia merdeka hingga periode pembangunan Jakarta. Dilihat dari arsitekturnya, kombinasi antara gaya kolonial akhir dan modern awal justru membuat bangunan ini lebih menarik. Baik untuk acara kantor maupun komunitas, gedung-gedung di kawasan ini bisa jadi pilihan sewa.
6. Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia di Jakarta
Bagi penyewa yang berencana sewa gedung bersejarah bernuansa heritage di Jakarta, maka Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia dapat dipertimbangkan. Digunakan sebagai rumah petinggi Belanda pada sekitar abad ke-18, saat ini fungsinya sudah jauh lebih modern. Gedung berdesain klasik dan elit ini bisa disewa untuk kepentingan acara berskala besar.
Sebagai destinasi wisata yang dibuka untuk umum setiap hari, pengunjung disuguhkan pemandangan koleksi arsip hingga surat berharga zaman dulu. Bahkan lukisan serta mebel antik tersedia sebagai bagian dari koleksi. Sementara itu, tersedia halaman luas area untuk pesta taman yang cocok untuk acara outdoor berkonsep formal dan berkapasitas besar.
Sewa gedung bersejarah bukan sekadar fokus soal tempat, tapi ini merupakan keputusan cerdas untuk mendapatkan pengalaman dan nilai berharga. Di tengah kebutuhan ruang yang semakin berkembang, gedung-gedung klasik seperti ini menawarkan pengalaman berbeda. Dan bersama AESIA, Anda bisa konsultasi hingga kerja sama dan sewa secara lebih mudah.
7. Gedung A.A Maramis di Jakarta
Salah satu permata tersembunyi yang kini bisa disewa adalah Gedung A.A. Maramis di Jakarta Pusat — bangunan bersejarah yang berdiri sejak 7 Maret 1809, dibangun atas perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels. Dengan luas bangunan 12.573 m² dan arsitektur neoklasik Eropa yang masih terjaga keasliannya — mulai dari pilar besar, langit-langit tinggi, hingga pintu dan tangga kayu orisinil tiga lantai — gedung ini bukan sekadar ruang sewa biasa. Ini adalah sebuah pengalaman.
Selama lebih dari dua abad, gedung yang dulu dikenal sebagai Paleis van Daendels atau "Grote Huis" ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang Indonesia: dari pusat administrasi kolonial Belanda, masa pendudukan Jepang, hingga akhirnya menjadi bagian dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Setelah pemugaran besar-besaran pada 2019–2022 yang dilakukan tanpa mengubah karakter arsitektur aslinya, gedung ini kini difungsikan sebagai Museum dan Perpustakaan Keuangan Negara sekaligus terbuka untuk kebutuhan komersial. Pada 2025, Gedung A.A. Maramis bahkan berhasil meraih penghargaan Perak dalam kategori Heritage di ajang bergengsi FIABCI World Prix d'Excellence Awards — pengakuan dunia atas keberhasilan restorasi dan pengelolaan aset negara ini.
Informasi Sewa: Penyewaan dikelola resmi oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dan dapat diakses melalui platform AESIA. Skema mengikuti ketentuan Kerja Sama Pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN), dengan durasi sewa dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon penyewa, umumnya hingga 5 tahun dan dapat diperpanjang. Harga dapat disesuaikan mengikuti kebutuhan dan skema penggunaan yang diajukan oleh calon penyewa. Sebelum mengajukan, calon penyewa dapat terlebih dahulu menjelajahi kondisi gedung secara virtual melalui fitur Virtual Tour yang tersedia langsung di halaman AESIA.
Untuk pengajuan penawaran, calon penyewa cukup mengisi form "Minta Penawaran" di halaman AESIA dengan melampirkan nama, email, nomor telepon, dan kebutuhan penggunaan untuk kemudian tim LMAN akan menghubungi langsung. Ingin respon yang lebih cepat juga bisa melalui call centre di nomor +62 8787 001 6678.
Venue ini cocok untuk event eksklusif, jamuan kenegaraan, pameran budaya, hingga pertemuan korporasi dengan latar bangunan tertua kedua di Jakarta Pusat yang tak tertandingi nilainya.