Aset Properti: Keuntungan dan Risiko Investasi
Salah satu bisnis yang banyak dilirik oleh masyarakat adalah investasi properti karena nilainya yang terus meningkat seiring waktu. Agar lebih mudah dipahami, berikut pengertian aset properti.
Pengertian Aset Properti
Aset merupakan kekayaan atau sumber daya yang dimiliki oleh suatu badan usaha, pemerintah, atau individu, yang memiliki manfaat ekonomi di masa depan serta dapat diukur dalam satuan uang.
Sedangkan properti adalah harta berupa tanah, bangunan, atau apapun yang dibangun di atas tanah yang dimiliki oleh seseorang. Properti termasuk ke dalam aset riil atau aset nyata yang dapat dilihat wujudnya. Nilai properti akan terus naik seiring waktu meskipun sifatnya tidak likuid.
Pengertian Investasi Properti
Mengutip dari laman Ojk.go.id, investasi adalah penanaman modal yang biasanya dilakukan dalam jangka panjang untuk pengadaan aktiva lengkap atau pembelian saham-saham dan surat berharga lain untuk memperoleh keuntungan.
Dengan kata lain, investasi adalah upaya menempatkan modal atau dana pada satu atau lebih jenis aset selama jangka waktu tertentu untuk mendapat keuntungan atau peningkatan nilai investasi.
Sedangkan investasi properti merupakan upaya menempatkan modal atau dana ke dalam properti atau aset milik pribadi maupun badan usaha dengan tujuan mendapatkan keuntungan penjualan dari peningkatan nilai investasi di masa depan.
Berdasarkan konsep keuangan, aset properti bisa menjadi aset investasi apabila pemilik menjual aset tersebut di kemudian hari. Namun apabila pemilik menggunakan aset tersebut untuk keperluan pribadi atau tempat tinggal, maka akan menjadi aset konsumtif meski nilainya akan tetap naik seiring waktu.
Pentingnya Properti Sebagai Aset
Properti penting untuk dijadikan sebagai aset karena berkaitan dengan hak kepemilikan. Sehingga, banyak dokumen-dokumen penting yang perlu diurus.
Properti yang tidak jelas status kepemilikannya rawan mengalami sengketa dan perselisihan di kemudian hari. Hal ini disebabkan karena properti merupakan aset berharga dan mahal, sehingga penting untuk memastikan hak kepemilikannya sesuai hukum.
Macam-macam Pemanfaatan Properti
Pemanfaatan properti tidak terbatas pada lahan atau rumah saja. Berdasarkan tujuannya properti dibagi menjadi empat macam, yaitu
1. Properti untuk Kebutuhan Komersial
Jika dalam bentuk bangunan, properti dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan komersial seperti perkantoran maupun pertokoan. Pemilik properti bisa menyewakan bangunannya untuk dimanfaatkan sebagai ruko, kantor, swalayan, dan sebagainya.
2. Properti untuk Tempat Tinggal
Properti juga banyak dimanfaatkan sebagai properti residensial atau dimanfaatkan sebagai tempat tinggal maupun hunian. Contoh properti residensial adalah rumah tinggal, hotel, villa, asrama, rumah kost, perumahan, dan lain sebagainya.
3. Properti sebagai Bangunan Industri
Properti dapat dimanfaatkan sebagai bangunan industri seperti pabrik, gudang, maupun laboratorium pengembangan. Jika dimanfaatkan sebagai bangunan industri, properti jenis ini biasanya memiliki lahan yang luas dan jauh dari pemukiman warga.
4. Properti dengan Tujuan Khusus
Properti dengan tujuan khusus adalah bangunan yang dimanfaatkan sebagai fasilitas umum seperti terminal, sekolah, bandara, tempat hiburan, dan sebagainya.
Keuntungan Investasi Properti
Banyak masyarakat yang memilih untuk investasi properti karena memiliki banyak keuntungan, seperti
1. Harga Properti Diprediksi Terus Naik
Keuntungan pertama adalah harga properti yang diprediksi akan terus naik seiring waktu. Hal ini dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk yang masih bisa bertambah dan permintaan akan ketersediaan properti belum tentu mencukupi.
2. Properti Dapat Dijadikan Jaminan
Sama halnya dengan aset riil atau aset keuangan, aset properti dapat dijadikan jaminan atau agunan. Ketika pemilik properti membutuhkan pinjaman dana, maka properti ini dapat dijadikan sebagai jaminan. Sehingga, pemilik tidak perlu menjual aset untuk mendapatkan dana segar, namun cukup dengan menjaminkan surat kepemilikan asetnya saja.
3. Properti sebagai Pendapatan Pasif
Properti yang disewakan kepada pihak lain untuk kebutuhan tertentu akan menjadi sumber pendapat pasif bagi pemilik aset. Hal ini menguntungkan pemilik mendapatkan pendapatan tanpa harus menjual aset.
Risiko Investasi Properti
Meski memiliki banyak keuntungan, investasi properti juga memiliki beberapa risiko atau kekurangan yang perlu diwaspadai.
1. Properti bukan aset likuid
Investasi properti merupakan aset riil namun tidak bersifat likuid seperti emas atau logam mulia yang bisa langsung dijual. Butuh waktu cukup lama untuk bisa menjual atau menyewakan properti dengan harga yang sesuai.
2. Aset Properti Cenderung Mahal
Aset properti merupakan investasi yang terbilang cukup mahal meskipun bisa dicicil. Kisaran harga properti mulai dari ratusan hingga miliaran rupiah. Meskipun bisa membeli dengan sistem cicilan tiap bulan, namun tetap ada beban bunga yang cukup besar.
3. Harga Jual Properti Ditentukan dengan Lokasi
Salah satu kekurangan investasi properti adalah harga jualnya yang ditentukan dari lokasi properti berada. Apabila lokasi properti berada di wilayah yang rawan terkena bencana alam, tentu harga jualnya akan lebih murah dibanding dengan properti yang berada di tempat yang aman.