Perbedaan Sewa Harian, Bulanan, Tahunan

Sewa harian aset negara bukan satu-satunya opsi, sebab terdapat pula pilihan sewa bulanan hingga tahunan sesuai kebutuhan. Memilih jenis sewa tidak hanya tentang butuh untuk berapa lama, tapi juga fokus pada kenyamanan maupun efisiensi biaya. Sebelum memutuskan, kenali lebih dulu perbedaan antara sewa harian dengan versi bulanan dan tahunan.

Apa Bedanya Sewa Harian Aset Negara dengan Sewa Bulanan dan Tahunan?

1. Sewa Harian

Sistem sewa jangka pendek dengan durasi 1-30 hari dengan hitungan per hari atau per malam sangat mirip dengan konsep penginapan. Pembayarannya pun dilakukan per malam atau per hari namun tidak selalu bebas reservasi karena jika aset negara harus mengikuti prosedur. Sewa aset negara tidak selalu untuk menginap dan full furnished serta harus ada izin.

Beda pengertian sewa harian aset negara dengan sewa aset swasta adalah bahwa sektor swasta lebih fokus pada hunian dan profit. Sementara itu, aset negara lebih mengutamakan proses optimalisasi aset dan menawarkan layanan publik bukan hunian bebas seperti penginapan. Beberapa contoh konkret aset negara yang disewakan harian antara lain:

  • Ruang rapat di kantor pemerintah (bahkan biasanya bisa disewa dalam hitungan jam).
  • Gedung pertemuan milik pemerintah untuk kepentingan acara komunitas hingga seminar atau worskhop.
  • Lapangan milik pemerintah untuk kepentingan acara outdoor semacam bazaar atau pameran.
  • Wisma negara untuk tempat menginap tamu dinas (tidak bersifat terbuka untuk umum seperti hotel).

2. Sewa Bulanan

Meskipun ada keuntungan sewa harian aset negara beberapa pihak lebih memilih sewa bulanan dengan durasi lebih fleksibel. Lama penyewaan tidak hanya terbatas 1 bulan tapi juga bisa sampai 12 bulan sehingga cocok untuk kebutuhan sementara. Namun karena merupakan aset milik pemerintah, penentuan harga melalui appraisal dan ada regulasi resmi.

Kesepakatan sewa tidak terjadi begitu saja karena terdapat prosedur perizinan dan administrasi yang penyewa harus lalui. Seringkali sewa dalam bentuk bulanan ini lebih mengutamakan kepentingan UMKM atau kepentingan publik dengan harga yang tidak selalu boleh dinegosiasi. Beberapa contoh aset negara yang umumnya disewakan secara bulanan adalah:

  • Kios/ruko milik pemerintah yang ada di pasar daerah atau beberapa area strategis lainnya.
  • Rumah negara/dinas yang sudah tidak lagi digunakan oleh pejabat untuk pegawai atau masyarakat tertentu.
  • Gedung atau sebagian ruang kantor pemerintah untuk event organizer atau bisnis startup kecil.
  • Lahan parkir di gedung pemerintah dan ruang usaha kecil untuk bisnis UMKM.
  • Area usaha di kampus negeri hingga kantin di kantor-kantor pemerintahan.

3. Sewa Tahunan

Berbeda dari properti harian maupun bulanan, aset negara sewa tahunan berdurasi jangka panjang minimal 1 tahun. Harga sewa yang ditawarkan umumnya lebih terjangkau daripada penyewaan jangka pendek karena durasi yang lebih lama. Hanya saja dari segi komitmen kontrak akan lebih ketat dan mengikat dengan konsekuensi lebih besar.

Sewa tahunan tidak berbeda jauh dari sewa harian aset negara pemerintah, karena pada dasarnya memanfaatkan bangunan milik pemerintah yang disewakan secara legal. Meski tergolong murah, hal ini tidak absolut karena harga lagi-lagi ditawarkan berdasarkan kondisi properti maupun lokasi dan demand. Berikut contoh properti negara yang bisa disewa tahunan:

  • Tanah milik negara atau lahan kosong untuk usaha seperti pembangunan minimarket atau gudang logistik hingga SPBU.
  • Lahan strategis seperti wilayah sekitar stasiun KAI dan kawasan TOD yang digunakan untuk perkantoran dan retail hingga apartemen.
  • Bangunan komersial milik pemerintah disewakan untuk UMKM atau seperti halnya kios di stasiun dan bandara hingga ruko milik BUMN.
  • Gedung milik pemerintah yang sudah tidak lagi digunakan untuk co-working space atau kantor swasta.

Tips Menentukan Skema Sewa Terbaik Sesuai Kebutuhan: Harian, Bulanan atau Tahunan?

1. Mempertimbangkan Jenis Aset dan Fungsinya

Baik sewa tanah maupun bangunan, calon penyewa wajib memahami jenis aset negara yang hendak disewa sekaligus fungsinya. Aset negara bisa berupa tanah kosong hingga gedung dan bangunan komersial dan masing-masing sudah ditentukan sistem penyewaannya. Misal gedung kantor lebih ke tahunan dan kios bandara bisa berbentuk sistem harian atau bulanan.

2. Mengecek Peraturan Sewa

Cara sewa harian aset negara hingga bulanan dan tahunan tidak sebebas seperti proses sewa properti swasta. Penting untuk memperoleh informasi yang tepat mengenai aturan sewa melalui DJKN atau pemerintah daerah atau BUMN. Setelah mengetahui aturan yang benar, seperti minimal kontrak berapa lama barulah penyewa dapat mengajukan sewa.

3. Memutuskan Tujuan Penggunaan Aset

Setiap calon penyewa aset negara harus sudah tahu tujuan penggunaan aset sebelum menyewa. Untuk kepentingan event pendek atau pameran, sewa harian lebih tepat namun untuk bisnis sementara maka sewa bulanan lebih ideal. Namun bila merencanakan membangun bisnis tetap khususnya seperti UMKM dan retail, sistem sewa tahunan lebih direkomendasikan.

4. Mempertimbangkan Lokasi Aset

Lokasi sewa harian aset negara maupun sistem bulanan dan tahunan sebaiknya dicek apakah sudah sesuai dengan kebutuhan. Lokasi dianggap strategis ketika berada di atau di sekitar pusat kota atau terkadang juga stasiun dan pelabuhan. Pemilihan lokasi aset negara yang disewa memengaruhi seberapa berkembang dan maju bisnis ke depannya.

Tidak ada yang paling benar antara sewa harian aset negara dengan sistem bulanan maupun tahunan karena ketiganya menawarkan keuntungan. Sesuaikan dengan tujuan penggunaan dan situasi yang dihadapi supaya bisnis dan kondisi finansial dapat meningkat. Untuk konsultasi perihal sewa dan pemanfaatan atau kerja sama aset negara, hubungi AESIA saja.

Bagikan artikel ini

Kenapa AESIA?


  Milik Negara

Resmi, aman, transparan, dan akuntabel karena semua aset dikelola langsung oleh negara.

  Mudah

Proses efisien dengan prosedur yang jelas, transparan dan mudah untuk mitra.

  Profesional

Memiliki berbagai layanan konsultasi properti dari profesional yang tersertifikasi.

  Fleksibel

Program kerja sama pemanfaatan properti dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.

Solusi Properti


Sewa dari berbagai ratusan pilihan properti milik negara secara mudah dan transparan.

Cari Properti

Sewa Properti

Tinggalkan kontak Anda di sini, kami akan menghubungi Anda untuk penawaran terbaik.

Masukkan kode verifikasi (OTP) yang kami kirim ke e-mail atau nomor whatsapp Anda.

Bingung Menentukan Pilihan?
Kami Ada Setiap Saat

Hubungi Kami

TENTANG AESIA

Di bawah Lembaga Manajemen Aset Negara, AESIA hadir sebagai solusi lengkap untuk kebutuhan properti masyarakat Indonesia. Menyediakan opsi penyewaan apartemen, gedung, ruko, tanah, dan konsultasi properti, AESIA memberikan layanan yang sesuai dengan dinamika kebutuhan properti saat ini.

Pelajari lebih lanjut