Cara Negosiasi Harga Sewa dengan Benar
Cara negosiasi harga sewa bukan penentu pihak mana yang menang atau kalah, namun menjadi faktor krusial dalam mendapatkan nilai terbaik. Negosiasi meningkatkan peluang pemilik properti memperoleh keuntungan dan penyewa memperoleh harga sewa yang ideal. Agar adil, berikut cara negosiasi yang berpotensi menguntungkan bagi keduanya.
Cara Negosiasi Harga Sewa Properti yang Benar
1. Memerhatikan Kondisi Properti yang Hendak Disewa
Dalam hal negosiasi harga yang benar, penyewa perlu memeriksa seluruh kondisi properti apakah masih bagus dan laik atau tidak. Mulai dari kondisi cat dinding apakah masih baik dan apakah furniture juga masih bisa digunakan. Penyewa perlu tahu ada tidaknya kerusakan kecil maupun besar sebagai bahan negosiasi demi memperoleh harga yang sesuai.
2. Melakukan Riset Harga Pasar
Sebelum datang ke pemilik properti, penyewa wajib mencari tahu harga pasar yang normal untuk properti di kawasan tersebut lebih dulu. Kunjungi situs penting yang menampilkan informasi harga properti terkini dan bandingkan unit yang mirip dari segi lokasi dan fasilitas. Lihat kisaran harga berdasarkan luasnya juga sebagai perbandingan dan bahan negosiasi.
Ini adalah cara negosiasi harga sewa tanpa menyinggung pemilik karena penyewa tidak asal dalam mengajukan harga. Misalnya penyewa menjumpai tiga apartemen seharga Rp 3 juta, 3,2 juta dan 3,5 juta per bulan, ambil tengah-tengahnya. Harga yang bisa dinegosiasikan adalah Rp 3-3,2 juta karena penyewa sudah jelas memiliki data dari hasil riset mandiri.
3. Menunjukkan Niat dan Perilaku yang Baik
Niat dan perilaku yang sopan seringkali menggugah hati pemilik properti dan melancarkan proses negosiasi secara tidak disangka. Ini adalah bagian dari membangun hubungan baik agar pemilik merasa nyaman dengan penyewa dan menganggapnya fleksibel. Seringkali hanya karena pemilik menganggap penyewa sangat sopan, mereka bersedia beri harga lebih murah.
4. Mengajukan Angka yang Masuk Akal
Dalam bernegosiasi, penyewa tidak perlu harus menawar dari angka yang terlalu jauh di awal tapi bisa turunkan harga sekitar 5-10 persen. Misal harga yang dipasang Rp 4 juta, penyewa dapat menawar menjadi Rp 3,5 juta alih-alih Rp 2 juta langsung. Penawaran ini masih masuk akal, karena ketika tawaran penyewa ditolak angkanya masih dinaikkan sedikit lagi.
5. Memilih Waktu yang Tepat
Cara negosiasi harga sewa saat budget terbatas salah satunya adalah dengan memilih waktu yang tepat bicara dengan pemilik. Misalnya saat properti sudah terlalu lama kosong atau sedang turun permintaan sehingga penyewa sedang sepi. Ketika banyak unit belum laku, pemilik seringkali berpikir lebih baik menurunkan harga hanya agar unit lebih cepat terisi.
6. Menegosiasikan Hal Lain-lain
Ada kalanya pemilik tidak goyah dalam penawarannya, namun penyewa tidak perlu mundur dalam negosiasi properti lebih dulu. Negosiasi bisa berupa hal lain seperti perbaikan sebelum menempati atau penambahan furniture tertentu atau sudah termasuk listrik dan perawatan. Terkadang pemilik lebih rela memberi bonus daripada potongan harga.
Pentingnya Negosiasi dalam Kesepakatan Sewa yang Adil
1. Menghindari Harga Tinggi
Salah satu tips budgeting sewa properti adalah menyesuaikan dengan kebutuhan/prioritas penyewa, namun bukan berarti harus bersedia menerima harga tinggi. Penyewa pemula khususnya yang baru pertama kali langsung setuju dengan harga yang ditawarkan. Maka untuk menyelamatkan budget, hindari harga tinggi melalui negosiasi bersama pemilik.
2. Menyesuaikan dengan Harga Mendekati Kondisi Pasar
Harga sewa yang ditawarkan pemilik biasanya belum mentok dan tidak memiliki standar baku. Jadi siapapun penyewanya, bernegosiasi dengan pemilik sangat penting demi memperoleh harga yang adil untuk keuntungan bersama. Namun, negosiasi pun tidak dilakukan sembarangan karena harga dari penyewa tetap harus mendekati kondisi pasar yang sebenarnya.
3. Memenuhi Kebutuhan Kedua Belah Pihak
Cara negosiasi harga sewa agar tidak ditolak adalah dengan mencari jalan tengah supaya kebutuhan masing-masing pihak terakomodasi. Tidak hanya soal harga, tapi juga durasi masa sewa seperti misalnya pemilik menetapkan minimal 1 tahun sewa. Namun penyewa tetap bisa menyesuaikan kebutuhannya sendiri, seperti ajuan kontrak 6 bulan lebih dulu.
Melalui negosiasi, penyewa dan pemilik bisa lebih leluasa dalam menentukan durasi sewa. Misalnya pemilik memperbolehkan kontrak 6 bulan lebih dulu tapi harga lebih tinggi daripada nilai yang ditawarkan oleh penyewa. Atau, seringkali penyewa berubah pikiran dan mempertimbangkan kontrak 1 tahun asalkan memperoleh potongan harga.
4. Memperjelas Peran Kedua Pihak
Negosiasi harga sebelum menyewa properti juga berkaitan dengan peran tanggung jawab dalam pengurusan dan pemeliharaan. Sejak awal penyewa harus sudah memperoleh kejelasan siapa yang bertanggung jawab atas biaya perbaikan jika ada yang rusak. Ada tidaknya biaya tambahan agar tidak tersembunyi serta apakah deposit nantinya kembali penuh atau tidak.
5. Mengompromikan Fasilitas
Dalam cara negosiasi harga sewa di kota besar yang benar, ada keuntungan tersendiri yang bisa didapatkan oleh penyewa. Misalnya pemotongan harga ketika AC belum diperbaiki dan masih dalam kondisi yang kurang dingin. Atau, seringkali pemilik berbaik hati mengurangi nilai sewa ketika furniture tidak lengkap atau penyewa ingin menambah furniture sendiri.
6. Memperjelas Kesepakatan
Kesepakatan tertulis alias kontrak sewa menjadi lebih jelas melalui negosiasi lebih dulu antara penyewa dan pemilik properti. Negosiasi menjadi penting, terutama tentang solusi denda keterlambatan bayar hingga akses fasilitas yang ada demi menghindari salah paham. Pembicaraan kenaikan harga di tahun berikutnya juga bisa menghindari konflik.
Cara negosiasi harga sewa antara pemilik dan penyewa yang benar tetap perlu berdasarkan rasa saling menghargai dan profesionalitas. Jika Anda membutuhkan informasi lokasi sewa properti maupun harga pasar terkini, AESIA melayani konsultasi untuk hal ini. AESIA memiliki properti yang beragam dengan harga terbaik bagi Anda sehingga Anda memiliki fleksibelitas dan banyak opsi untuk pemenuhan kebuituhan hunian maupun kebutuhan lainnya.