Dampak Tingginya Suku Bunga Pada Pasar Properti

Pasca pandemi COVID-19, euforia pemulihan ekonomi sangat terasa. Optimisme pelaku pasar terhadap pemulihan ekonomi tercermin dari konsistennya kenaikan saham pada bursa dunia dalam rentang waktu 2021-2023 (rebound). Akan tetapi, sejak akhir tahun 2023, pergerakan angka inflasi di Amerika tidak sesuai dengan estimasi konsensus, sehingga The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga dalam posisi yang kurang menguntungkan bagi negara lain, kebijakan The Fed ini dikenal dengan istilah “higher for longer”. Kebijakan tersebut memicu bank-bank sentral di berbagai negara, termasuk Indonesia, menaikkan suku bunga. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi, utamanya nilai tukar dan juga menjaga daya beli, akan tetapi di sisi lain, kebijakan ini memiliki dampak signifikan terhadap berbagai sektor, termasuk sektor properti. Tingginya suku bunga berdampak langsung pada biaya pinjaman, yang pada akhirnya juga berdampak pada penurunan daya beli masyarakat.

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang sangat terdampak atas kebijakan ini, hal ini juga diperparah dengan menurunnya harga komoditas ekspor sehingga mempengaruhi kesimbangan neraca perdagangan. Saat ini Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dari posisi terakhir, hal ini dilakukan sebagai salah satu kebijakan moneter dalam menjaga nilai tukar rupiah. Selain itu secara global, kondisi ini pun direspon secara negatif oleh para pelaku pasar, seperti kompaknya pelemahan nilai tukar mata uang asing terhadap dollar Amerika, turunnya indeks harga saham di beberapa negara, turunnya daya beli masyarakat hingga naiknya angka non-performing loan perbankan. Kondisi ini dalam jangka panjang akan sangat tidak menguntungkan para investor di sektor properti.

Secara historis, suku bunga acuan (BI Rate) telah mengalami beberapa kali kenaikan sejak tahun 2022, dengan posisi terakhir mencapai 5,75%. Kenaikan suku bunga ini berdampak pada tingginya suku bunga retail atas kredit pemilikan rumah (KPR), sehingga nominal cicilan bulanan pemilik KPR akan menjadi lebih tinggi. Kondisi ini juga telah berimbas pada investor properti. Para investor yang sebelumnya tertarik untuk membeli properti sebagai aset investasi kini harus mempertimbangkan ulang keputusan mereka. Tingginya beban suku bunga akan mengurangi potensi keuntungan dari properti yang dikelola, karena biaya pinjaman yang tinggi akan memakan sebagian besar pendapatan dari pengelolaan properti tersebut. Oleh karena itu, beberapa investor memilih untuk menunggu situasi ekonomi lebih stabil sebelum melakukan investasi besar khususnya pembangunan/pengembangan proyek properti. 

Pengembang properti menghadapi tantangan dalam memperoleh pendanaan untuk proyek baru karena biaya pinjaman yang lebih tinggi. Ini menyebabkan penundaan atau bahkan pembatalan beberapa proyek properti. Akibatnya, pasokan properti sewaan baru di pasar menjadi terbatas, yang dapat memperburuk kondisi permintaan dan penawaran properti sewaan. Pada akhirnya, tingginya suku bunga mempengaruhi dinamika pasar properti secara kompleks. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak yang terlibat dalam pasar properti untuk terus memantau perkembangan ekonomi dan suku bunga, serta menyesuaikan strategi mereka untuk menghadapi kondisi yang terus berubah.

Salah satu strategi yang dapat ditempuh dalam menghadapi ketidakpastian kondisi ekonomi saat ini dalam pemenuhan kebutuhan properti adalah melalui mekanisme sewa. Melalui sewa aset properti, masyarakat akan mendapatkan beberapa kelebihan dibandingkan dengan pembelian properti, antara lain:

  • Dapat dilakukan dalam jangka pendek, harian, mingguan, bulanan, ataupun tahunan;
  • Tidak terikat dengan naik turunnya suku bunga;
  • Dapat menjaga cashflow ditengah ketidakpastian kondisi ekonomi saat ini; dan
  • Dapat melakukan shifting secara cepat apabila kriteria properti kurang sesuai. 

Apabila saat ini Anda sedang mencari properti yang kompetitif, strategis, terpercaya dan dapat memenuhi segala kebutuhan, AESIA merupakan jawaban atas permasalahan tersebut. AESIA berisi informasi terkait aset-aset yang dikelola oleh Pemerintah baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memenuhi kebutuhan properti di masyarakat. Dengan kondisi perekonomian yang kurang baik seperti saat ini, melakukan sewa properti yang telah tayang di platform AESIA merupakan solusi cerdas yang dapat Anda tempuh. Segera hubungi kami apabila Anda membutuhkan bantuan atau informasi lebih lanjut. Yuk penuhi kebutuhan propertimu melalui platform AESIA. 

 

 

Foto oleh Leeloo The First: https://www.pexels.com/id-id/foto/smartphone-ponsel-pintar-teknologi-bisnis-7873553/

Bagikan artikel ini

Kenapa AESIA?


  Milik Negara

Resmi, aman, transparan, dan akuntabel karena semua aset dikelola langsung oleh negara.

  Mudah

Proses efisien dengan prosedur yang jelas, transparan dan mudah untuk mitra.

  Profesional

Memiliki berbagai layanan konsultasi properti dari profesional yang tersertifikasi.

  Fleksibel

Program kerja sama pemanfaatan properti dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.

Solusi Properti


Sewa dari berbagai ratusan pilihan properti milik negara secara mudah dan transparan.

Cari Properti

Sewa Properti

Tinggalkan kontak Anda di sini, kami akan menghubungi Anda untuk penawaran terbaik.

Masukkan kode verifikasi (OTP) yang kami kirim ke e-mail atau nomor whatsapp Anda.

Bingung Menentukan Pilihan?
Kami Ada Setiap Saat

Hubungi Kami

TENTANG AESIA

Di bawah Lembaga Manajemen Aset Negara, AESIA hadir sebagai solusi lengkap untuk kebutuhan properti masyarakat Indonesia. Menyediakan opsi penyewaan apartemen, gedung, ruko, tanah, dan konsultasi properti, AESIA memberikan layanan yang sesuai dengan dinamika kebutuhan properti saat ini.

Pelajari lebih lanjut