Tips Untuk Memiliki Hunian Pertama Bagi Para Pejuang Nafkah dan Generasi Muda
Situasi perekonomian yang tidak menentu akhir-akhir ini menyebabkan banyak sekali fluktuasi harga terhadap komoditas yang mempengaruhi kehidupan masyarakat. Bahkan emas yang dikatakan sebagai safe heaven pun dalam beberapa bulan terakhir ini harganya terkoreksi secara fluktuatif dengan rentang koreksi yang cukup dalam. Dengan situasi perekonomian yang tidak menentu ini, tentunya memberikan tantangan tersendiri kepada para generasi muda/para pejuang nafkah pemula yang ingin/baru saja berniat untuk melakukan pembelian rumah. Berdasarkan pemantauan di beberapa situs jual/beli properti/berdasarkan mini riset pada beberapa agen properti, diketahui bahwa rentang harga rumah saat ini sangatlah bervariasi. Rata-rata harga rumah, khususnya yang berlokasi di Jabodetabek paling murah berada di rentang harga 200jutaan. Itupun dengan luasan tanah antara 55 sampai dengan 60 meter persegi, dengan luas bangunan antara 13 sampai dengan 24 meter persegi dan bukan berada di kawasan utama/Central Business District (CBD) kawasan tersebut.
Apabila sobat ingin memiliki rumah yang berlokasi di prime area/berada di sekitar lokasi CBD, maka harus bersiap untuk menyiapkan dana yang cukup besar. Akan tetapi investasi ini akan sepadan dengan imbal balik yang sobat dapatkan, seperti kenaikan harga properti di masa yang akan datang, kemudahan akses untuk mobilitas dan juga menunjang aktivitas keseharian seperti pendidikan, kesehatan ataupun relaksasi dari padatnya kehidupan. Terdapat beberapa lokasi yang saat ini berada di sekitar kota DKI Jakarta yang menawarkan hunian khusus dengan menyasar para pekerja muda dengan bertransformasi menjadi kota mandiri, sebut saja kawasan BSD, Gading Serpong, Bintaro, Pantai Indah Kapuk, Cibubur hingga Kota Mandiri Harapan Indah di Bekasi.
Selanjutnya, apa yang perlu disiapkan untuk dapat mengakuisisi aset tersebut secara lancar dan aman? Mari kita simak penjelasannya dibawah ini.
1. Pastikan Kebutuhan Mempertimbangkan Kejadian Yang Akan Datang
Hunian merupakan salah satu kebutuhan dasar dari manusia, ketika memutuskan membeli suatu hunian tentunya kita tidak berbicara hanya untuk 1 atau 2 tahun kedepan, melainkan berbicara mengenai jangka panjang yang bahkan bisa sampai jangka waktu 30 atau 50 tahun kedepan. Ketika berencana untuk membeli suatu hunian, pastikan bahwa lokasi properti tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan memoermudah kehidupan Anda, seperti akses dan lokasi, ketersediaan fasilitas umum, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, ketersediaan sarana transportasi umum kalau memungkinkan hingga mengetahui rencana pengembangan area sekitar untuk beberapa tahun mendatang. Hal ini akan penting mempertimbangkan pertumbuhan penduduk di sekitar hunian Anda, apabila pertumbuhan hunian tidak diiringi dengan penyediaan akses mobilitas yang memadai, maka harus mempersiapkan mental, bahwasannya untuk beberapa tahun yang akan datang, hunian Anda akan menjadi kurang nyaman diakibatkan padatnya lalu lintas. Dan hal ini sudah dialami oleh beberapa kawasan perumahan besar yang sebelumnya nyaman untuk dihuni akibat menjamurnya pemukiman baru disekitarnya tanpa mempertimbangkan pembangunan aksesbilitas sehingga menyebabkan kepadatan lalu lintas yang luar biasa di waktu-waktu tertentu.
2. Pilih dan Tentukan Hunian Dengan Tepat
Sabar dan pantang menyerah adalah kunci ketika sobat berburu hunian pertama. Mengapa? Karena pada umumnya ketersediaan finansial untuk rumah pertama akan terbatas, mengingat masih berada di tahap awal karir, kebutuhan yang masih sulit diprediksi dan juga kenaikan harga properti yang tidak sebanding dengan kenaikan gaji. Apabila sobat membeli hunian baru, pastikan developer yang sobat pilih merupakan developer yang memiliki reputasi dan data historis yang baik dan dapat dipercaya, sehingga selain memberikan jaminan keamanan juga dapat mempermudah proses pembiayaan untuk pembelian properti nantinya. Apabila sobat memilih untuk membeli rumah secondary, maka pastikan bahwa seluruh aspek legal formal properti aman dan memenuhi serta eligible dijadikan sebagai objek pembiayaan.
3. Pastikan Tabungan, Penerimaan dan Pengeluaran Bulanan Sobat
Langkah berikutnya adalah melakukan inventarisasi ulang atas seluruh penerimaan dan pengeluaran bulanan dari sobat semua. Hal ini penting dilakukan untuk menentukan kalkulasi dan alokasi pembiayaan dan cicilan yang dapat dibayarkan oleh sobat apabila ingin memiliki properti melalui fasilitas pembiayaan perbankan dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Saat ini, rata-rata maksimal cicilan yang dapat diizinkan oleh perbankan adalah 30 - 40 persen dengan tenor maksimal yang dapat diperoleh antara 20 tahun sampai dengan 25 tahun, dalam beberapa kasus ada juga yang dapat mencapai 30 tahun. Setelah mengetahui angsuran maksimal yang dapat sobat bayarkan setiap bulannya, dengan mempertimbangkan tenor/durasi pembiayaan maksimal yang dapat diperoleh, maka bisa didapatkan nominal plafond pembiayaan yang dapat sobat nikmati untuk pembiayaan properti yang ingin dimiliki. Walaupun pembiayaan dapat difasilitasi oleh perbankan, tetapi sobat juga masih harus menyediakan dana likuid (cash) terlebih dahulu untuk pembiayaan beberapa hal yang harus dibayarkan terlebih dahulu sebelum fasilitas pembiayaan dapat dinikmati, khususnya untuk pembiayaan properti secondary, antara lain:
a. Down payment, saat ini umumnya untuk pembiayaan properti bertipe secondary, nasabah harus menyediakan sekitar 20 persen dari total harga properti sebagai DP di awal. Akan tetapi dalam beberapa kasus ada juga pembebanan DP 0 persen yang dapat diberikan, umumnya pembelian rumah primary dari pengembangan dan biasanya merupakan bagian dari suatu program pemerintah.
b. Biaya administrasi kepemilikan tanah, meliputi pemeriksaan sertifikat, zonasi, pencabutan/pembebanan roya, pembayaran notaris guna penerbitan Akta Jual Beli dan salinannya.
c. Biaya appraisal, asuransi jiwa dan juga asuransi properti dari risiko kebakaran.
d. BPHTB yang besarnya dapat mencapai 5 persen dari harga jual yang dikurangi dengan Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP).
e. Saldo mengendap yang besarannya satu kali cicilan per bulan yang sudah harus disetorkan di rekening pendebetan angsuran.
Selain biaya yang harus disiapkan di awal, terdapat juga beberapa biaya yang nantinya langsung diambil dari plafond pinjaman yang dicairkan, sehingga dana pembiayaan yang dapat sobat nikmati tidak 100 persen sesuai dengan plafond pembiayaan yang diajukan. Adapun dana terkait fasilitas pembiayaan tersebut meliputi biaya administrasi dan biaya provisi. Besaran biaya administrasi dan provisi akan berbeda dari masing-masing perbankan dan masih dapat dinegosiasikan kembali bergantung dari profil risiko yang sobat miliki. Umumnya untuk biaya administrasi dan provisi bahkan ada yang dapat dinego hingga 0 persen, sedangkan rata-rata berkisar antara 1-3 persen dari plafond yang diajukan.
Apabila saat ini sobat masih membutuhkan waktu untuk menyediakan dana awal untuk persiapan pembelian properti dan pengajuan pembiayaan, sobat dapat melaksanakan sewa terlebih dahulu atas properti hunian yang tersedia di AESIA, mulai dari apartemen hingga ruko apabila sobat juga menjalankan suatu usaha. Harga properti di AESIA sangat bersaing dibandingkan dengan harga umum yang berlaku di pasar, dan tentunya memiliki kelebihan dalam hal keamanan karena merupakan milik negara. Yuk penuhi kebutuhan propertimu melalui platform AESIA.