Renovasi Aset Bangunan Dengan Mudah dan Murah
Bangunan merupakan salah satu aset yang memiliki masa manfaat jangka panjang, akan tetapi seiring dengan penggunaannya akan muncul beban yang dikuantifikasi dalam bentuk penyusutan. Nilai penyusutan ini akan terus bertambah setiap tahunnya seiring dengan utilisasi dan penggunaan aset, sehingga pada akhir masa manfaat nantinya nilai bangunan menjadi 0 (nol). Mudahnya, ketika kita melakukan “penyisihan tabungan” melalui skema akumulasi penyusutan, maka secara tidak langsung kita mempersiapkan biaya untuk menggantikan aset yang serupa dan sejenis dengan yang ada saat ini.
Ketika masa manfaat telah terlampaui, demi keselamatan dan kenyamanan penggunaan bangunan, maka harus dilakukan renovasi sehingga syarat-syarat minimum keandalan bangunan dapat dipastikan telah terpenuhi. Ketika melakukan renovasi, tentunya harus dipastikan pelaksanaan pekerjaan tersebut merupakan pihak yang handal, terpercaya dan ahli dibidangnya. Ada beberapa tips yang dapat Sobat AESIA tempuh sehingga pelaksanaan renovasi terasa lebih ringan, antara lain:
1. Pilih Kontraktor yang Memperhitungkan Biaya Pembongkaran Secara Adil
Ketika melakukan renovasi, khususnya renovasi total, sebelum pelaksanaan pembangunan ulang, maka dibutuhkan pembongkaran/pemerataan bangunan terlebih dahulu, sehingga proses konstruksi dapat dilakukan dengan lebih komprehensif. Pembongkaran bangunan membutuhkan skill/kemampuan, mengingat terdapat beberapa bagian dari bangunan yang masih dapat digunakan kembali ataupun masih memiliki nilai ekonomis di pasar. Beberapa bagian bongkaran bangunan yang masih memiliki nilai ekonomis di pasar antara lain meliputi keramik, bagian berbahan logam, pipa, kaca nontempered ataupun perlengkapan sanitary. Mengingat cukup banyak bagian yang masih memiliki nilai jual kembali, memilih kontraktor yang memperhitungkan nilai sisa bangunan akan menjadi salah satu langkah terbaik yang dapat ditempuh. Sehingga bagian bangunan tidak membutuhkan biaya lagi untuk mobilisasi/pembuangan, dan proses konstruksi pun mendapatkan biaya pengurangan dari penjualan material bongkaran tersebut.
2. Apabila Memiliki Keterbatasan Biaya, Pertimbangkan Untuk Menggunakan Kembali Furnitur/Kelengkapan Yang Sebelumnya Ada
Mengingat ada banyak varian bongkaran bangunan yang dapat digunakan kembali, selama masih memiliki kondisi yang baik, maka akan sah-sah saja apabila digunakan kembali selama proses renovasi. Misalkan keramik yang berbahan granit/marmer, akan disayangkan apabila bahan tersebut hanya dibuang sia-sia ataupun dijual secara borongan bongkaran. Dengan sedikit sentuhan kreatifitas, sangat mungkin material bongkaran tersebut terpasang kembali tanpa terlihat bahwasannya material tersebut berasal dari bongkaran. Menurut beberapa studi komparatif, menggunakan kembali barang bongkaran bangunan eks renovasi memiliki beberapa keunggulan, diantaranya dapat mereduksi pengeluaran bahan bangunan sampai dengan 25 persen, mereduksi penggunaan energi dan sumber daya serta membantu mengurangi efek pemanasan global akibat proses penambangan bahan-bahan bangunan.
3. Pertimbangkan Melakukan Penjualan Barang Bongkaran Secara Lelang
Saat ini sudah banyak beberapa pelaku usaha yang berminat untuk melakukan pembelian material bongkaran, baik material yang masih berbentuk bangunan utuh ataupun material yang sudah terpisah dari unit bangunan. Tentunya sebagai pemilik properti, Sobat AESIA mengharapkan agar bongkaran yang dimiliki dihargai secara maksimal dan kompetitif. Akan tetapi nilai pasar dari material bongkaran sendiri sulit untuk ditemui karena sangat bergantung dari kualitas barang yang dimiliki. Masing-masing pelaku usaha akan memberikan nilai penawaran yang berbeda, dan hal ini akan sangat melelahkan apabila Sobat AESIA harus mencari informasi satu persatu dari para penawar. Salah satu cara yang ditempuh untuk mendapatkan penawaran terbaik adalah dengan melakukan penjualan secara lelang. Di Indonesia sendiri terdapat layanan lelang yang dilaksanakan oleh pemerintah dan terbuka secara umum. Sebagai pemilik bongkaran, Sobat AESIA dapat mengajukan permohonan lelang sukarela atas barang/material bongkaran yang dimiliki, nantinya Sobat AESIA wajib membayar sejumlah bea lelang tertentu sebagai imbal jasa atas layanan pemerintah yang telah dinikmati. Layanan lelang pemerintah sendiri tersedia di portal.lelang.go.id, dan rata-rata apabila akan dilaksanakan lelang atas material bongkaran, animo para peserta yang ingin mengikuti sangatlah tinggi, dan hampir sebagian besar peserta yang mendaftar memang merupakan pelaku usaha yang sudah ahli di bidang jual/beli material bongkaran. Melalui langkah tersbeut, potensi terjualnya material bongkaran yang Sobat AESIA miliki akan tinggi, Apabila Sobat AESIA tidak membutuhkan sama sekali material bongkaran tersebut, Sobat AESIA dapat melakukan lelang material bongkaran ketika masih berbentuk/berwujud bangunan, sehingga dapat menghemat biaya pembongkaran, biaya mobilisasi dan bahkan mendapatkan tambahan penerimaan dari penjualan material bongkaran secara kompetitif.
Itulah beberapa tips yang dapat Sobat AESIA tempuh untuk mengurangi beban biaya pelaksanaan renovasi, sehingga bangunan tetap nyaman, aman dan andal dalam digunakan tanpa menyedot anggaran yang terlalu dalam. Apabila ada hal lain yang Sobat AESIA butuhkan terutama terkait pemanfaatan dan optimalisasi aset negara, silahkan hubungi kami melalui kontak yang tersedia. Yuk penuhi kebutuhan propertimu melalui platform AESIA!
Foto oleh Liza Summer: https://www.pexels.com/id-id/foto/smartphone-ponsel-pintar-laptop-internet-6347711/