Coliving: Solusi Hunian Masa Kini yang Kolaboratif
Dengan hiruk-pikuk kehidupan kota dan riuhnya arus komuter, kita dihadapkan keinginan agar adanya akomodasi yang menjembatani agar jarak tempuh jarak antara tempat kerja dan tempat tinggal dapat terjangkau.
Coliving bukan hanya tempat untuk beristirahat, tapi juga sarana membangun koneksi dan gaya hidup yang dinamis. Konsep coliving mengintegrasikan aspek kepraktisan dan keterjangkauan dengan kesempatan berinteraksi sosial, menjadikannya lebih dari sekadar tren hunian.
Apa itu Coliving?
Coliving adalah konsep hunian bersama di mana para penghuni berbagi ruang bersama (co-sharing area) seperti dapur, ruang duduk, dan working space namun tetap menawarkan privasi dalam kamar pribadi masing-masing penghuni. Konsep ini berkembang pesat di daerah metropolitan seperti Bali, Yogyakarta, Jakarta, Surabaya dan Bandung.
Coliving bukan sekadar hunian kost, tetapi juga hadir untuk menawarkan ruang untuk tinggal tetapi juga menyediakan fasilitas yang cukup lengkap dan dilengkapi ruang co-working yang dapat menjadi sarana interaksi para penghuni.
Daya Tarik Utama Coliving
1. Koneksi Sosial
Culture shock seringkali dihadapi orang-orang, terutama saat pindah ke kota baru. Coliving dapat menawarkan ruang yang menghubungkan koneksi sosial antar penghuni, misalnya dengan minat atau nilai yang sama melalui interaksi antar penghuni yang dapat dibangun di ruang co-working.
2. Flexibilitas dan Biaya Efektif
Hunian coliving biasanya menawarkan harga sewa yang mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari internet dan listrik hingga layanan kebersihan, sehingga memudahkan penghuni tanpa perlu mengurus tagihan terpisah.
3. Mendukung Konsep Work From Anywhere
Coliving didesain dengan dilengkapi furniture yang compact, tata pencahayaan yang memadai, serta ruang coworking. Coliving ini ideal untuk pekerja maupun mahasiswa yang memungkinkan dapat melakukan berbagai aktifitas dalam hunian namun tetap produktif.
4. Membangun Komunitas, Peluang Profesional
Coliving juga dapat menjadi sarana untuk membangun komunitas. Hunian ini memungkinkan para digital nomad dan content creator lokal untuk saling terhubung dan berkolaborasi dalam satu komunitas.
Siapa yang Cocok Tinggal di Coliving?
Mahasiswa atau fresh graduate yang ingin tinggal mandiri tanpa ribet.
Bagi freelancer dan digital nomad, hunian yang menyatukan fungsi tempat tinggal dan bekerja menjadi pilihan ideal di masa new normal.
Profesional muda yang menghargai koneksi dan gaya hidup dinamis.
Bagi para pendatang baru di kota besar, kebutuhan untuk cepat beradaptasi dan membangun jejaring sosial menjadi hal utama. Coliving hadir bukan sekadar sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai solusi hunian yang nyaman dan mendukung kolaborasi antarpenghuni. Melalui platform AESIA, Anda dapat menemukan berbagai pilihan coliving sebagai alternatif hunian yang mendukung gaya hidup modern.