Aset Negara Untuk Destinasi Wisata Liburanmu? Kenapa Tidak
Hai sobat AESIA, tahu gak sih ternyata ada beberapa Aset/Barang Milik Negara yang dioptimalisasi menjadi kawasan wisata dan tentunya selain mendatangkan penerimaan bagi negara, juga berfungsi sebagai sarana hiburan bagi warga masyarakat di sekitarnya. Uniknya, beberapa kawasan wisata yang merupakan aset negara ini memberikan segudang manfaat selain sebagai sarana edukasi juga sebagai lahan hijau yang berfungsi menjaga stabilitas dan ketersediaan pasokan udara bersih di wilayahnya. Apa saja sih Aset/Barang Milik Negara yang dioptimalisasi menjadi kawasan wisata? Yuk kita simak beberapa contohnya.
1. Kawasan Kebun Raya
Salah satu unit/instansi Pemerintah yang berhasil melaksanakan optimalisasi asetnya adalah Badan Riset Inovasi Nasional, atau biasa dikenal sebagai BRIN. Kebun Raya yang dikelola oleh BRIN, selain untuk pelaksanaan tugas dan fungsi yang berfokus pada kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan riset dan inovasi juga berperan sebagai salah satu sumber Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berasal dari optimalisasi Barang Milik Negara. Selain dari sisi finansial, optimalisasi Barang Milik Negara tersebut juga memberikan manfaat lain, seperti terjaganya ruang terbuka hijau di sekitar wilayah Kebun Raya tersebut berada, sebagai sarana konservasi atas fauna flora yang mungkin sudah semakin menipis ketersediannya di alam dan juga sebagai sarana edukasi bagi para warga masyarakat yang ingin mengenal lebih dalam terkait flora dan fauna yang ada. Saat ini total Kebun Raya yang dikelola oleh BRIN ada 5 kawasan, yakni Kebun Raya Cibinong, Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi dan Kebun Raya Bali.
2. Kawasan Wisata Gunung Mas
Setelah sebelumnya kita membahas Aset/Barang Milik Negara yang langsung dimiliki dan dikuasai langsung oleh unit/instansi negara, maka selanjutnya kita akan beralih kepada Kawasan yang merupakan bagian dari Aset/Kekayaan Negara yang Dipisahkan. Para Sobat AESIA yang berdomisili di sekitar Jabodetabek pasti tidak asing dengan Kawasan Puncak, Bogor. Di sekitar Kawasan Puncak Bogor, terdapat salah satu kawasan agrowisata yang cukup terkenal, yakni Kawasan Agrowisata Gunung Mas Puncak, Bogor.
Tahukah sobat, bahwasannya Kawasan Agrowisata Gunung Mas merupakan contoh optimalisasi aset negara, tepatnya optimalisasi yang berasal dari aset/kekayaan negara yang dipisahkan. Aset ini merupakan aset milik pemerintah yang dipercayakan kepada PT Perkebunan Nusantara VIII untuk menanam, membudidayakan dan memproduksi komoditas teh terbaik yang dapat dijual baik untuk memenuhi kebutuhan/permintaan yang berasal pasar nasional maupun pasar internasional. Dalam perkembangannya, setelah mempertimbangkan seluruh potensi dan perkembangan bisnis yang ada, kawasan kebun teh tersebut dipotimalisasi oleh PT Perkebunan Nusantara VIII menjadi sebuah kawasan wisata terintegrasi yang tidak hanya menghasilkan penerimaan yang berasal dari hasil panen komoditas teh, juga dapat berasal dari pengelolaan kawasan wisata tersebut, mengingat saat ini Kawasan Puncak Bogor telah bertransformasi menjadi kawasan wisata. Walaupun Kawasan Agrowisata bertranformasi menjadi sebuah kawasan wisata, tidak serta merta menghentikan proses bisnis utamanya sebagai perusahaan perkebunan, terbukti dengan tetap menjadikan kegiatan tea walk dan melihat langsung proses produksi teh sebagai salah satu daya tarik penjualan atraksi dari kawasan ini.
3. Kawasan Gelora Bung Karno
Siapa yang tidak kenal Kawasan Gelora Bung Karno, sebuah komplek olahraga berskala internasional yang berada di pusat Ibu Kota DKI Jakarta. Berbagai event baik berskala nasional maupun internasional sering kali diadakan di venue andalan ini, mulai dari pertandingan olahraga sepak bola, konser musik hingga berbagai pameran baik kuliner ataupun hasil karya. Kawasan Gelora Bung Karno merupakan salah satu aset negara yang kewenangan pengelolaannya diamanatkan kepada Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) Gelora Bung Karno yang berada dibawah koordinasi Kementerian Sekretariat Negara.
Selain menjalankan tugas dan fungsi yang telah diamanatkan, PPKGBK juga melaksanakan pengelolaan Kawasan Gelora Bung Karno untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah, sehingga aset yang sangat besar ini dapat menghidupi dirinya sendiri untuk pelaksanaan kegiatan pemeliharaan dan tidak bergantung kepada APBN. Selain menjalankan peran sebagai penghasil pundi-pundi rupiah dan juga menjalankan fungsi cost saving, Kawasan Gelora Bung Karno juga dapat dikatakan sebagai pusat ekonomi masyarakat. Ketika terdapat pelaksanaan suatu kegiatan di Kawasan Gelora Bung Karno, maka secara otomatis terdapat perputaran roda perekonomian di sekitar wilayah tersebut, semakin besar kegiatan yang diselenggarakan, semakin besar pula kuantifikasi ekonomi dan multiplier effect yang diperoleh.
Nah itulah 3 contoh kawasan wisata yang merupakan hasil optimalisasi aset negara, karena fungsi dari kekayaan negara yang sesungguhnya adalah untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat Sobat. Jadi dukung terus optimalisasi aset negara dengan menggunakannya sebaik dan sebijak mungkin, dijaga asetnya dan nikmati manfaatnya. Apabila sobat membutuhkan properti tertentu, AESIA dapat menjadi salah satu solusi pemenuhannya lho. Yuk penuhi kebutuhan propertimu melalui platform AESIA.