Apa Alasan Gen Z Lebih Suka Sewa daripada Beli Rumah?
Gen Z Lebih Suka Sewa: Kenapa?
Mungkin Anda memperhatikan kenapa gen Z lebih suka sewa daripada beli rumah sendiri. Hal ini juga menunjukkan adanya perbedaan cara pandang dengan generasi-generasi sebelumnya.
Jika dulu memiliki rumah sendiri merupakan sebuah pencapaian dan simbol kesuksesan, hunian kini dianggap sebagai kebutuhan yang bisa disesuaikan. Gen Z memiliki alasan mereka sendiri mengapa memilih sewa.
Apa Alasan Gen Z Lebih Suka Sewa daripada Beli Rumah?
1. Ingin Tinggal Dekat Pusat Kota
Salah satu alasan Gen Z tidak ingin beli rumah dan lebih memilih sewa karena menurut survei dari Jakpat, 61 persen di antaranya ingin dekat pusat kota.
Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa ada banyak kaum muda yang memilih tempat tinggal di kawasan yang nyaman dan strategis. Karena rumah di lokasi tersebut biasanya mahal, menyewa atau mengontrak menjadi solusi yang lebih ideal.
2. Gaya Hidup Dinamis
Gen Z rata-rata tidak terlalu mementingkan pembelian rumah dengan cara mencicil, mereka nyaman menyewa rumah agar pendapatan digunakan untuk lainnya.
Mereka lebih suka sewa karena lebih mudah dan tidak terbeban dengan cicilan sampai bertahun-tahun kemudian. Sementara itu, penghasilan dialokasikan untuk hobi maupun pengalaman hidup.
3. Pertimbangan Fleksibilitas
Gen Z lebih suka sewa dibanding kredit rumah karena biasanya masih belum yakin apakah ingin menetap di satu tempat tertentu. Perubahan karier dan segala kemungkinan lain menjadi pertimbangan utama bagi mereka agar lebih fleksibel.
Sewa rumah dianggap lebih mudah ketika mereka harus pindah ke kota lain karena tidak ada keterikatan aset jangka panjang.
4. Sewa Bulanan Lebih Ringan
Ada keringanan ketika kaum Gen Z memilih sewa daripada membeli rumah melalui cicilan KPR yang jelas lebih tinggi. Belum lagi adanya biaya lain mulai dari pajak hingga pemeliharaan jangka panjang yang membebani jika finansial belum stabil.
Intinya harga sewa rumah rata-rata lebih sesuai dengan kondisi keuangan mereka, entah itu per bulan atau per tahun.
5. Belum Mapan
Fase merintis karier tidak mudah, ini menjadi faktor lain dibalik pemilihan sewa rumah oleh Gen Z. Menurut survei, 36% Gen Z belum mampu membeli properti dikarenakan tabungan yang belum terkumpul untuk cicilan rumah.
Membeli properti di awal karier merupakan hal yang mereka umumnya hindari dan cenderung memutuskan untuk mengontrak.
6. Kenaikan Harga Rumah
Tren pasar properti semakin beragam, namun harganya juga cepat naik khususnya jika mencari rumah di kota besar. Harga tinggi tidak hanya dijumpai pada hunian besar dan mewah, tapi juga rumah kecil dan sederhana sekalipun.
Pertimbangan ini yang menjadi alasan kebanyakan Gen Z untuk sewa karena dianggap lebih realistis daripada memaksakan mencicil rumah.
7. Risiko Finansial Rendah
Sewa rumah tidak membutuhkan komitmen besar sehingga Gen Z menganggap mereka bisa hidup dengan risiko finansial lebih rendah.
Sementara itu, mencicil rumah merupakan keputusan besar dan memerlukan komitmen jangka panjang yaitu belasan hingga puluhan tahun. Demi menghindari utang dan memiliki kebebasan serta kualitas hidup, sewa lebih baik.
Peran Urbanisasi terhadap Minat Gen Z untuk Sewa Hunian
1. Lokasi Lebih Diutamakan
Lokasi sewa properti yang strategis menjadi pertimbangan utama bagi banyak Gen Z alih-alih ingin punya hunian luas.
Waktu menjadi lebih berharga dengan adanya urbanisasi sehingga mereka ingin serba cepat dan terjangkau. Ada tempat tinggal lebih nyaman bila dekat tempat kerja atau kampus serta fasilitas umum lainnya, ditambah transportasi publik yang mudah.
2. Gaya Hidup Digital
Gen Z lebih suka sewa di area strategis karena gaya hidup digital kini sangat berpengaruh. Internet cepat bukan lagi suatu kebutuhan sekunder, melainkan kebutuhan utama untuk mendukung proses kerja lebih efisien sekaligus untuk hiburan. Bagi Gen Z yang bekerja remote atau dari mana saja, area co-working pun menjadi penting agar dekat hunian.
3. Popularitas Co-Living Meningkat
Sewa rumah tidak sekadar dianggap lebih hemat, tapi juga lebih nyaman karena tidak perlu harus tinggal sendiri.
Co-living mirip kos namun dengan versi lebih modern dan terkurasi karena layanan jauh lebih lengkap ditambah ada komunitas bersama. Kepraktisan dan fleksibilitas co-living mampu menampung lebih banyak orang tanpa bayar terlalu mahal.
4. Hunian Vertikal Lebih Menarik
Urbanisasi membuat banyak orang mencari peluang hidup lebih baik di kota besar yang juga ikut memengaruhi kepadatan suatu wilayah.
Alhasil, lahan bisa lebih terbatas dan kini bangunan vertikal pun lebih diminati oleh para Gen Z. Salah satu bentuk bangunan vertikal ini adalah apartemen, sangat cocok menjadi tempat tinggal di kota besar dan padat.
5. Kebutuhan Fasilitas dengan Fungsi Campuran
Gen Z lebih suka sewa untuk hidup lebih simpel karena enggan berpindah-pindah dan lebih membutuhkan fasilitas hidup di 1 area.
Urbanisasi mendukung kota berkembang, hal ini tampak dari fungsi campuran antara hunian sekaligus ekonomi dan sosial. Rumah sewa yang dekat tempat makan dan tempat olahraga serta bisa dijangkau dengan jalan kaki lebih baik.
6. Perkembangan Transportasi
Pemanfaatan transportasi umum jadi salah satu dampak urbanisasi yang kemudian memengaruhi alasan Gen Z lebih suka sewa di pusat kota.
Semakin padat penduduk, kendaraan pribadi hanya menambah masalah kota, maka agar lebih efisien lokasi TOD kini diincar. Sewa hunian di lokasi ini dekat dengan transportasi umum sehingga ke mana-mana lebih praktis.
Gen Z lebih suka sewa karena mempermudah hidup mereka dengan fleksibilitas dan mobilitas tinggi serta akses yang lebih cepat. Jika Anda ingin akses sewa properti lebih luas dan terpercaya, AESIA sebagai sistem resmi hadir untuk membantu Anda. Tersedia jasa konsultasi dan advisory hingga kerja sama properti serta berbagai opsi hunian maupun kantor.
source image: pixabay.com