4 Jenis Investasi Properti, Wajib Tahu!
Dewasa ini investasi semakin banyak dilirik karena dapat memberikan banyak keuntungan di kemudian hari. Ada banyak jenis investasi mulai dari investasi saham, investasi emas, reksadana, hingga investasi properti.
Dibanding investasi yang lain, investasi properti memiliki banyak peminat dari generasi baby boomer hingga generasi milenial. Selain dapat memberikan keuntungan yang besar di kemudian hari, investasi properti juga dapat dilakukan sendiri tanpa campur tangan dari pihak manapun.
Ada beragam jenis investasi yang cocok bagi pemula. Tidak hanya seputar jual beli rumah saja, Anda yang berminat investasi di bidang ini dapat menanam modal atau uang untuk gedung perkantoran, apartemen, hotel, hingga lahan kosong.
Prosesnya pun cukup mudah, jika Anda memiliki modal dan pengetahuan yang cukup, Anda bisa mulai berinvestasi di bidang properti.
Jenis-Jenis Investasi untuk Pemula
Investasi properti tidak terbatas pada jual beli hunian untuk keluarga saja, namun juga dapat bersinggungan dengan bangunan lain yang memiliki fungsi berbeda.
Berikut 4 jenis investasi properti yang cocok bagi pemula yang ingin mulai investasi properti
Properti Equity Crowdfunding
Jenis investasi properti pertama yang cocok bagi pemula yaitu properti equity crowdfunding. Properti ini merupakan metode penanaman dana atau modal dengan pengumpulan dana kolektif untuk membeli suatu properti. Dengan jenis investasi ini, Anda tidak diharuskan memiliki suatu properti secara utuh.
Jenis investasi ini dilakukan dengan mengumpulkan dana dari beberapa investor yang tertarik pada unit properti tertentu. Setelah dana terkumpul, fasilitator akan membeli properti tersebut untuk kemudian disewakan atau dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.
Misalnya, harga properti yang diinginkan senilai Rp1 miliar, sedangkan dana yang tersedia hanya Rp10 juta. Maka, Anda dapat mengikuti skema pembelian properti dengan memiliki satu persen dari nilai properti tersebut.
Nantinya, Anda akan menerima imbal hasil berupa dividen dari hasil sewa bulanan properti tersebut. Dengan skema equity crowdfunding, Anda tidak perlu repot memikirkan perizinan karena semua perizinan diurus oleh perusahaan atau fasilitator.
Saham Properti
Jenis investasi selanjutnya yaitu saham properti yang merupakan metode kepemilikan perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan properti. Cara kerja jenis investasi ini mirip dengan equity crowdfunding.
Namun, Anda harus memiliki rekening efek di perusahaan sekuritas untuk bisa membeli saham melalui aplikasi trading. Keuntungan yang didapat berupa kenaikan harga saham dan dividen dari saham properti tersebut. Minimal pembelian saham properti di aplikasi trading sebanyak satu lot atau setara dengan 100 lembar. Ketika terjun ke dalam investasi saham properti, maka Anda harus memiliki pengetahuan yang cukup terhadap fundamental dari perusahaan properti yang Anda percaya. Karena keuntungan atas investasi saham properti akan sangat dipengaruhi terhadap performa
Properti Hunian Keluarga
Jenis investasi selanjutnya adalah properti hunian keluarga. Untuk investasi properti jenis ini, diperlukan modal awal yang cukup besar baik untuk proses akuisisi unit aset, dari sisi legalitas maupun dari sisi pemeliharaan tahap awal.
Contoh properti hunian keluarga yaitu kos-kosan, apartemen, atau rumah kontrakan. Setelah memiliki aset, Anda dapat menjual atau menyewakan aset tersebut. Ada dua cara proses pembelian aset ini yaitu dengan kondisi jadi atau inden (akan dibangun kemudian setelah ada kesepakatan harga dan uang muka).
Properti Bisnis
Jika properti hunian bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal konsumen, maka properti bisnis bertujuan untuk memenuhi kebutuhan usaha. Sama dengan properti hunian, properti bisnis juga memerlukan modal awal yang tidak sedikit.
Contoh jenis investasi ini yaitu perkantoran, pusat perbelanjaan, lahan parkir, dan lain sebagainya. Dengan modal awal yang besar, keuntungan yang akan didapat juga akan besar. Properti bisnis yang cukup terjangkau dan lazim ditemui seperti lot tempat usaha ataupun kios di pusat perbelanjaan, lalu ruko di kawasan komersial, maupun bangunan kompleks di pusat bisnis.
Itulah 4 jenis properti investasi yang wajib diketahui pemula. Keempat jenis investasi tersebut memiliki keuntungan dan risikonya masing-masing. Pilihlah jenis investasi yang sesuai dengan profil investasi dan dana yang tersedia.
Photo by Tierra Mallorca on Unsplash